7 Alasan Seremeh Apapun Cita-citamu, Harus Memperjuangkannya Sepenuh Hati

7 Alasan Seremeh Apapun Cita-citamu, Harus Memperjuangkannya Sepenuh Hati

Cita-cita anda jadi penulis? Penuliskan nggak punya masa depan.

Dih, kata siapa?

Pernah nggak anda mengalami situasi laksana itu? Saat cita-citamu hanya di anggap sebelah mata oleh mereka. Membuat perasaan kesal dan kecil hati bergejolak di dirimu. Apalagi andai mereka sampai mengupayakan menghentikan usahamu itu. Mungkin terdapat kalanya anda terlalu memikirkan omongan orang, sampai tak konsentrasi dengan perjuangan cita-citamu.

Padahal seremeh apapun cita-citamu, sebesar apapun usaha orang-orang tersebut menghentikanmu, anda tetap mesti meneruskan apa yang anda usahakan itu. Sebab segala cita-cita yang anda pupuk ini pantas untuk diperjuangkan dengan sepenuh hati. Biar perjuanganmu pulang dengan sepenuh hati, inilah Agen Judi Online Terbesar Terbaik Resmi berikan sejumlah alasannya.

1. Dengan memperjuangkan cita-cita, berarti anda memberi peluang dirimu guna berkembang

7 Alasan Seremeh Apapun Cita-citamu, Harus Memperjuangkannya Sepenuh Hati

7 Alasan Seremeh Apapun Cita-citamu, Harus Memperjuangkannya Sepenuh Hati

Untuk menyambut masa depan, masing-masing orang butuh bersiap diri. Salah satunya dengan berkembang secara pelan-pelan. Tahap berkembang ini dapat kamu kerjakan dengan teknik terus maju memperjuangkan masing-masing cita-citamu. Usaha dan strategimu dalam menjangkau cita-cita lah yang nantinya akan menyusun dirimu menjadi individu yang lebih baik lagi. Jangan sampai anda gadaikan peluang emas ini, karena belum pasti kan datang dua kali.

2. Mempunyai cita-cita ialah hak masing-masing orang. Tak butuh malu memperjuangkan sesuatu yang memang sepantasnya jadi milikmu

 

Pandangan merendahkan dari orang-orang barangkali buatmu malu. Hingga akhirnya anda menghentikan langkahmu dan berpikira apakah cita-cita ini memang layak untuk diperjuangkan sampai nanti. Sebenarnya anda tak butuh malu memperjuangkan seremeh apapun cita-citamu. Sebab cita-cita ialah sepenuhnya hakmu sebagai pribadi. Sehingga pantas anda perjuangkan hingga benar-benar terjadi.

3. Cita-cita tersebut mencerminkan dirimu, dan perjuangan mewujudkannya jadi momen guna semakin mengenal diri

 

Cerminan diri seseorang dapat dilihat dari sekian banyak sisi. Salah satunya dari cita-cita ini. Biarpun cita-citamu ini di anggap sebelah mata, bukan berarti anda orangnya memang layak diremehkan. Justru kamu ialah pribadi yang memiliki teknik pandang yang menarik terhadap sesuatu. Dengan memiliki cita-cita yang dirasakan remeh ini dapat menjadi momen di mana kamu dapat semakin mengenal diri. Siapa tahu anda tak melulu pribadi yang memiliki teknik pandang yang unik, tapi pun pekerja keras dan pantang menyerah.

4. Hanya pecundang yang berhenti memperjuangkan cita-cita. Apakah anda siap dan mampu menanggung predikat tersebut seumur hidup?

 

Jika boleh diibaratkan memperjuangkan cita-cita tersebut seperti memanjat puncak tertinggi. Awalnya memang susah dan terjal, namun menjanjikan akhir yang estetis berupa kepuasan dan pemandangan alam. Begitu pula dengan usahamu dalam memperjuangkan cita-citamu. Meski sempat diremehkan orang lain, namun hasilnya tak bakal mengkhianatimu. Justru andai kamu menghentikan usahamu itu, hasil tak bakal berkhianat dengan memberikanmu predikta pecundang sebab mundur sebelum sepenuhnya berjuang. Kamu siap dengan predikat laksana itu?

5. Meski sering di anggap remeh, cita-citamu ini adalahhal yang sudah lama anda impikan. Sayang andai berhenti sebab omongan orang

Telah lama anda impikan via www.unsplash.com

Cita-cita selalu dimulai dengan ketertarikan bakal sesuatu. Makanya kamu perlu waktu dulu sebelum memutuskan apa saja yang menjadi cita-citamu. Perjalanan panjang tersebut perlu anda apresiasi dengan terus berusaha dan nggak berhenti di tengah jalan. Sayang rasanya andai waktumu dari mula hingga sekarang tak terbayarkan dengan terwujudnya cita-citamu. Apalagi melulu karena omongan orang yang tak paham bagaimana perjuanganmu sekitar ini.

6. Rasa fobia akan kegagalan memang wajar. Namun andai perjuanganmu tak pernah diselesaikan, siap-siap saja dengan suatu penyesalan

Dalam usahamu mewujudkan cita-cita tersebut wajar andai menemui rasa fobia akan gagal. Namun tidak boleh sampai rasa fobia gagal tersebut menghalangi langkahmu dalam berjuang. Jadikan rasa takut tersebut sebagai batu loncatanmu guna meloncati zona tidak berhasil sehingga peluang untuk terwujud dapat terbuka lebih lebar. Jika kamu malah tenggelam dalam rasa fobia itu, bukannya hasil terbaik yang didapatkan. Tapi suatu penyesalan yang barangkali lebih sakit daripada usah berjuang tapi gagal.

7. Siapa tahu cita-cita remeh tersebut ladang rezekimu di masa depan. Kamu bakal merugi andai berhenti memperjuangkannya di tengah jalan

 

Jodoh, maut dan rezeki masing-masing orang tersebut sudah ditata masing-masing. Siapa tahu dengan menyeriusi cita-cita yang dirasakan remeh ini dapat membuka ladang rezekimu di masa depan. Di masa depan, anda jelas bakal berterima kasih pada dirimu yang sekarang sebab mau bertahan dan berusaha sampai akhir.

Semoga dengan hal-hal di atas, anda tak hingga kalah dengan pandangan meremehkan orang-orang. Terus maju ke depan dan wujudkan segala urusan yang tadinya hanya di angan-angan supaya menjadi kenyataan. Meski dalam prosesnya tak tidak jarang kali mudah, yang penting anda tak hingga menyerah. Coba kini tag rekan atau pacarmu yang nyaris menyerah ketika cita-citanya diremehkan. Siapa tahu dengan ini dia dapat kembali bangkit.